|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Pemerintah Belum Berhasil Desain Lahan Pertanian

  
Focus Group Discussion (FGD) mengenai Solusi Komperhensif Tata Kelola Pangan di Indonesia di Kantor DPP PKS, Jln. TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017)
Mafaza
-Online |
Menteri Pertanian periode 2004-2009, Anton Apriyantono mengatakan pemerintah belum berhasil mendesain lahan dengan baik, sehingga  hasil pangan dari pertanian belum bisa optimal.

"Pemerintah belum bisa mendesain lahan dengan baik, sehingga berpengaruh kepada ketersediaan pangan. Kenapa petani kita miskin? Karena ladangnya tidak ada," terangnya dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Solusi Komperhensif Tata Kelola Pangan di Indonesia di Kantor DPP PKS, Jln. TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017)

Selain memperhatikan ketersediaan lahan dan penguatan tanaman lokal, Anton menambahkan agar faktor lainnya yang berpengaruh terhadap pengelolaan lahan dapat diperhatikan dengan serius.

"Dalam menyelesaikan masalah ketahanan pangan, kita juga harus memperhatikan faktor produksi, konsumsi,  serta masalah SDM atau generasi penerus yang akan fokus pada pertanian kedepannya, hal ini juga perlu mendapatkan perhatian yang serius," ujar dia.

Wakil Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS, Riyono menjelaskan Indonesia masih belum memiliki konsep pangan yang jelas. Hal ini menyebabkan Indonesia mengalami kebingungan dalam menentukan kebijakan pangan ke depan.

"Sukarno pernah berkata 50 persen masalah negeri ini adalah pangan, kalau kita bisa menyelesaikannnya maka kita sudah menyelesaikan masalah negeri ini," ungkapnya.

Menurut Riyono, permasalahan pangan di Indonesia dipengaruhi oleh permasalahan produksi. Sehingga, menurutnya pemerintah harus memberikan perhatian kepada para petani sebagai ujung tombak pertanian Indonesia.

"Ketika harga pangan naik, kita semua berteriak. Tapi, ketika harga turun, kita tidak berteriak. PKS harus berteriak, berpihak kepada petani ketika harga cabai anjlok," terangnya.

Selain itu, Riyono juga menekankan agar pemangku kebijakan mampu mengelola pasar dengan baik. Sehingga, tidak dimonopoli oleh sekolompok orang saja.

Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS, Adang Sudrajat menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi pangan Indonesia saat ini.
"Melihat kondisi alam Indonesia seharusnya kita tidak mengalami masalah pada ketahanan pangan, namun pada faktanya tidak, kita masih harus melakukan impor pangan" ujarnya.

Adang berharap, diskusi ini akan memberikan dampak positif kepada pengelolaan pangan Indonesia kedepan.

"Masalah ketahanan pangan ini meyangkut kebijakan pemerintah, sehingga Ini akan menjadi bahan untuk PKS ke depan, juga untuk pemerintah dalam melakukan pengelolaan pangan," tuturnya.
 

Sebelumnya: 


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar