Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini

AURA DAN NASIB 2008

YAYASAN ASMAUL-HUSNA
KLINIK METAFISIKA, PARAPSIKOLOGI, SUPRANATURAL, DETEKSI ALAM LAIN, TRANSFER ILMU GHAIB, PENGOBATAN ALTERNATIF & DO’A

Kontak HP: 0815 8579 2280

KONSULTASI:
HIPNOTIS, GENDAM, KLENIK, SANTET, GUNAGUNA, PELET, PENGASIHAN, KECERDASAN, KEARTISAN, POLITIK, KEPANGKATAN, MENGUASAI ILMU, KEKEBALAN, INDRA KEENAM, ILMU TERAWANG, PANGLIMUNAN, ROGO SUKMO, SEDULUR PANCER, PELARIS, TEMPAT USAHA,TEMPAT TINGGAL, USAHA MACET, BISNIS, PENGOBATAN, KEBUGARAN, KESURUPAN, GANGGUAN JIWA, STRESS, REFLEKSI, NARKOBA, AIDS / HIV, GAGAL, GINJAL, BEKAM, MATA,TERAPI ION DETOX, DLL

MELAYANI JARAK JAUH
ditangani langsung oleh Bapak H. Aji Ach. Sarno
(Guru spiritual dan konsultan bagi paranormal2 kondang tanah air dengan 313 santri binaan dan 354 keutamaan)



SELAMAT TAHUN BARU & ULTAHKU ke 27


SELAMAT TAHUN BARU UNTUK SEMUANYA
SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK "MY SELF"

Hari ini (old year) aku masih berangkat ke "medan perang".
Rencana awal, setelah bertemu dengan seorang CEO sebuah media cetak harian, Bapak M. Nuryadi, MSi. -biasa kupanggil Mas Nur- seorang Pemred one hundred millions, aku mau langsung ke Senopati Media, penerbit 69++. Hari ini ada beberapa surat elektronik harus aku balas supaya tanggal 2 januari nanti, ketika para rekanan masuk kerja, mereka langsung punya kerjaan: Baca Emailku!

Tadi pagi aku berangkat dari rumah lebih awal dari biasa, yaitu jam 10.00 Wib, dan ternyata seluruh keluarga sudah keluar rumah lebih awal sekitar satu jam sebelumnya dalam rangka ke hypermall terdekat untuk stok makanan besaok. Maklum, pasar tiban dan pedagang makanan dan sayuran terdekat, besok tanggal 1 Januari 2008 menyatakan libur. satu langkah salah para pedagang, ikut libur saat para pekerja libur. Padahal itu justru saat tepat untuk merogoh kocek para pekerja yang pada libur ini, yang biasanya makan siang di kantor, pada hari libur, pastinya akan cari makanan dan berbelanja di lokasi terdekat dari rumah, apalagi saya perkirakan, tanggal 1 Januari besok, bertepatan dengan ULTAH saya ke 27, masyarakat juga capek dan malas kemana-mana karena malamnya habis begadang merayakan pergantian tahun.

Oh ya, aku menulisi blog ini dari kantor senopati media (biasanya dari PC di rumah), sehingga aksesku untuk tahu keberadaan keluarga juga dari email atau telpon, yang ternyata mereka masih di kawasan wisata Ancol usai tadi berbelanja persiapan merayakan tahun baru, ultahku dan stok isi kulkas dan dapur awal tahun2008 besok.


Kejari Jayapura Sita Buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia"


Buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia, Pertarungan Politik di Papua Barat" disita oleh Kejaksaan Negeri Jayapura, Jumat (14/12) dari toko buku Gramedia, Jayapura.


[JAYAPURA] Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, Papua, menyita 60 buku dengan judul Tenggelamnya Rumpun Melanesia, Pertarungan Politik di Papua Barat dari toko buku Gramedia, Jayapura.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jayapura, Rudi Hartono SH kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (14/12) mengatakan, buku yang ditulis Sendius Wonda SH, MSi disita berdasarkan surat edaran Kejaksaan Agung No 123/A/ EA/11/ 2007 tentang Larangan Barang Cetakan yang Dapat Menyesatkan dan Dapat Mengganggu Ketertiban Umum.

Buku setebal 244 halaman diberi pengantar oleh Socratez Sofyan Yoman ini diterbitkan oleh Penerbit Deiyai yang beralamatkan di Jayapura.

"Barang cetakan yang dianggap menyesatkan dan mengganggu ketenteraman serta memecah belah sesama masyarakat di Papua. Oleh sebab itu, kami melakukan penyitaan," ujarnya.

Penyitaan bukan hanya dilakukan di Jayapura saja, tetapi di seluruh Indonesia. Untuk tahap pertama, Kejaksaan Negeri baru menyita di toko buku Gramedia, dan mulai hari Senin depan pihaknya akan melakukan penyitaan di seluruh wilayah kerja Kejari Jayapura, seperti di Kabupaten dan Kota Jayapura, Keerom, dan Sarmi," ungkapnya.

Ketakutan Jakarta

Pangamat Papua yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muridan S Widjojo kepada SP menilai, pelarangan ini melanggar kebebasan seseorang.

"Pada dasarnya pelarangan buku itu beredar, melanggar kebebasan berekspresi. Karena setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya, cara dia memandang di provinsinya maupun pada tingkat nasional. Itu hal yang perlu dilindungi dulu. Itu prinsip dasar kalau kita melihat Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.

Kalau melihat isinya, ini adalah cara berpikir khas aktivis Papua yang ditandai dengan satu hal bahwa ada semacam culture of terror. "Saya kira pemikiran ini harus dihargai, kalau memang tidak setuju kita bisa counter dengan membikin diskusi atau bikinlah buku baru yang mau mengkritik buku ini," ujarnya.

Dikatakan, seharusnya dengan adanya buku ini diberikan apresiasi sehingga di masyarakat Papua tradisi menulis dapat berkembang pesat. "Ini yang harus dihargai pemerintah pusat," katanya.

Di mana orang gunung yang selama ini tidak tahu tulis menulis, sekarang justru mereka rajin menulis. Ini adalah satu pertumbuhan intelektual yang menggembirakan," ujarnya.

Pelarangan ini melanggar UUD 1945. "Ini adalah ketakutan berlebihan pemerintah di Jakarta sekaligus ototarian Orde Baru yang masih tersisa di Kejaksaan," ujarnya. [ROB/M-11]

SP/robert isidorus
Last modified: 15/12/07