|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Saat Krisis, Industri Grafika di Atas Angin

ekonomi bisnis21 Oktober 2008, 19:16:16, Laporan Noer Soetantini

Jatim Kebagian 17%
Saat Krisis, Industri Grafika di Atas Angin

suarasurabaya.net| Meski krisis ekonomi global terus berlangsung, namun bagi industri grafika (percetakan) justru ini peluang meningkatkan pasar. Ini disampaikan MISBAHUL HUDA Direktur PT Temprina Media Grafika menyikapi krisis ekonomi global.

Pada suarasurabaya.net, Selasa (21/10), HUDA menjelaskan, imbas krisis ekonomi global ini terasa langsung di Asia. Efeknya, eksportir dengan tujuan pasar Asia ikut terpukul.

"Dampak akhirnya, terjadi over supply di pasar lokal. Dan pabrik mulai stop produksi, mengingat stok kertas berlebih 1,5 bulan. Harga kertas menurun dan ini menguntungkan industri grafika yang bahan bakunya mayoritas kertas,"ungkap HUDA.

Dari sisi peluang ekonomi yang secara riil sudah di depan mata, sebut HUDA, ada dua sektor. Pertama, kalau tidak di awal 2009 atau akhir 2008, sudah terbaca anggaran yang terserap dari agenda pemilihan legislatif (Pileg), pemilihan presiden (Pilpres) 2009.

Untuk mencetak surat suara, kata HUDA, siap dana Rp 1,05 trilyun. Ini belum sosialisasi 38 partai politik di Surabaya, sosialisasi Pemilu 2009. Kalau dikalkulasi sekitar Rp 3 trilyun akan dinikmati industri grafika. Program buku murah, semula merupakan kue penerbitan sekarang jadi hak percetakan dengan cara menggandakan buku yang diunduh dari internet.

"Dari 20% dana APBN, Rp 224 trilyun untuk Departemen Pendidikan. Kalau 10% saja dialokasikan cetak buku murah terhitung Rp 2,24 trilyun. Ini berarti kue industri grafika cukup besar tidak hanya di 2009 saja tapi juga tahun-tahun berikutnya, karena program buku murah merupakan amanat UUD 45,"jelas HUDA.

Industri grafika di Jawa Timur sendiri, kata HUDA yang juga pengurus PGGI Jawa Timur, dengan adanya Pemilu 2009 bisa menikmati kue nasional sekitar 17%-19%.

HUDA menambahkan dengan momen Pemilu 2009, pelaku industri grafika bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Karena tidak hanya industri grafika besar saja yang mendapat order, yang kecil pun bisa mencari peluang terutama bagi para calon legislatif dan dari partai politik peserta Pemilu. (tin)

Teks foto ;
- MISBAHUL HUDA
Foto : TITIN suarasurabaya.net


Tidak ada komentar:

Posting Komentar