|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

UEA Blokir BB Demi Keamanan Nasional, Indonesia Soal Turunkan Harga


Sejumlah fitur BlackBerry segera diblokir di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. UEA akan mulai memblokir fitur layanan tersebut mulai Oktober 2010. Sedangkan Arab Saudi akan mulai menerapkan larangannya akhir Agustus ini.

Fitur-fitur tersebut antara lain: email, internet, dan instant messaging ke sesama pengguna handset BlackBerry. Sedangkan Arab Saudi memblokir seluruh layanan pesan instan di BlackBerry demi keamanan nasional.

Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat ponsel smartphone besutan Research in Motion (RIM) dari Kanada itu. Sebab, BlackBerry menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu.
Abdulrahman Mazi, dari operator BUMN Saudi Telecom, mengakui keputusan ini sebagai salah satu cara untuk menekan RIM agar mau merilis data komunikasi pengguna jika suatu saat dibutuhkan.

Dengan alasan yang sama, Indonesia juga bisa melakukan langkah yang sama untuk menekan RIM, bukan demi keamanan nasional, namun lebih untuk menekan agar RIM membuka server di Indonesia. Karena ada adanya server di Indonesia, imbasnya adalah pada pengguna BB yang akan mendapatkan beban biaya lebih murah. Setidaknya itulah yang diungkapkan Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi, Senin (2/8/2010).


"Concern beberapa negara soal keamanan internet dan email BlackBerry sama dengan Indonesia. Jadi bukan tidak mungkin kalau BlackBerry tidak buka server di sini, juga sama nasibnya (diblokir-red.). Kita kan tidak tahu apakah data-data yang dikirimkan tersebut apakah dibaca atau tidak oleh pihak ketiga," ujar Heru.   

Pemerintah sudah sejak tahun lalu mendesak RIM untuk membuka perwakilan resmi dan membangun servernya di Indonesia. Apalagi pasar BlackBerry di Indonesia cukup besar.


Lain lubuk lain belalang. Kalau UAE dan Arab Saudi beralasan keamanan Nasional, Indonesia beralasan soal harga murah. Dasar Indon, tak jua pikirkan kedaulatan!


berita lainnya:
http://www.detikinet.com/read/2010/08/07/152848/1415612/328/blackberry-vs-kedaulatan-indonesia?nhl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar