|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

TEI2010 Instrumen Penting Pengembangan Ekspor Indonesia




"Suatu bangsa, hanya bisa sukses jika kreatif dan menguasai teknologi. Kekayaan sumber daya alam bukanlah penentu. Sentuhan kreativitas yang tidak terhingga, didukung kemasan masa kini dan dukungan pemerintah lewat pameran seperti Pangan Nusa, diyakini bisa terus memberi nilai tambah pada produk olahan pangan yang dihasilkan para UKM. Para pengusaha agar tidak menutup diri dari dunia internasional. Indonesia harus bisa meningkatkan interaksi dan ekspor dengan negara lain. Indonesia harus aktif mencari peluang dagang. Tujuannya untuk memperluas aktualisasi dan perkembangan bangsa. Tanpa interaksi dengan negara lain maka Indonesia akan tetap kerdil dan tertinggal dari negara lain." -Boediono, Wakil Presiden.


“Kami bersiap-siap memasuki masa revitalisasi TEI tahap dua yang akan berlangsung pada 2011-2015. Tahap kedua tahun ini diharapkan akan mempertajam kemampuan kami dalam menyelenggarakan pameran bertaraf internasional, yang tidak hanya membantu meningkatkan ekspor nasional, namun juga meletakkan Indonesia di peta perdagangan internasional sebagai pemain yang patut diperhitungkan." -Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan.




"Hingga hari ketiga setidaknya 6.364buyer yang berkunjung ke arena TEI. Dari jumlah tersebut sebanyak 4.555 orang atau 71,57 persen pengunjung TEI berasal dari kalangan emerging market berbagai negara. Jumlah buyer terbesar dari negara nontradisional berasal dari UEA, yakni sebanyak 161 orang. Disusul India 144 orang, dan Malaysia 135 orang. Sementara buyer dari negara tradisional terbesar berasal dari Australia sebanyak 247 orang, Singapura 193 orang dan Jepang 192 orang." -Sekjen Kementerian Perdagangan, Ardiansyah Parman.




"TEI merupakan agenda promosi internasional tahunan yang dilaksanakan Kemendag dengan tujuan menyajikan dan mengangkat keunggulan produk-produk dalam negeri di pasar internasional. Pada TEI kali ini [2010, red], ada tiga produk yang paling diminati buyers, yakni furniture sebesar 26,16 persen, suku cadang 15,82 persen serta kerajinan 10,42 persen." -Hesti Indah Kresnarini, Plt. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan.


"Jumlah buyer terus menunjukkan peningkatan dan kami optimis bahwa target menghadirkan 8.000 buyer dapat tercapai. Hal ini merupakan kerja keras KBRI, Atase Perdagangan, dan ITPC untuk mendatangkan misi dagang maupun mempromosikan TEI 2010 melalui forum dan pameran di luar negeri." -Chrisnawan Triwahyudiarto, Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional.




"Penghargaan itu memotivasi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi daerah Garut melalui kuliner, sekaligus mengajak generasi muda mengembangkan potensi dirinya. Penghargaan ini membuktikan bahwa orang muda dari kota kecil pun bisa menjual kreativitasnya." -Kiki Gumelar, pemilik usaha UD Tama Cokelat, peraih UKM Award 2010, untuk kategori inovasi produk cokelat isi dodol Chocodot.


"Permintaan terhadap jasa TKI formal pada hari ke-4 TEI ke-25 ini telah mencapai 21.000-an orang. Dari jumlah tersebut, jenis jasa pekerjaan yang paling banyak diminati adalah, konstruksi dan nurses. Ada dua negara dari 36 negara yang telah melakukan transaksi di stand BNP2TKI yang meminati kedua jenis jasa pekerjaan itu, yakni Kurdistan meminta 10.000 orang TKI (disamping juga meminta 50 TKI untuk jenis pekerjaan nurses), dan Chicago meminta 5.000 orang TKI untuk jenis pekerjaan nurses. Jadi, permintaan jasa pekerjaan untuk konstruksi sebanyak 12.141 orang, sedangkan nurses sebanyak 5.752 orang. Kami tidak pernah menduga permintaan di sektor jasa konstruksi dan nurses akan mencapai sebanyak itu. Tetapi semua ini, selain karena skill sudah cukup teruji, juga tidak bisa lepas dari faktor pertolongan tangan-tangan Tuhan yang menggerakkan minat para users." -Plt Deputi KLN dan Promosi BNP2TKI, DR Endang Sulistyaningsih.


“Kerja keras serta komitmen seluruh manajemen dan karyawan menjadi bukti, melalui penanganan yang tepat, serta senantiasa mengedepankan transparansi, akuntabilitas serta tanggung jawab dalam seluruh proses produksi, berikut dukungan penuh pemerintah, kami optimistis sektor pulp dan kertas dapat tetap menjadi andalan ekspor nasional." -Yan Partawidjaja, Presiden Direktur Tjiwi Kimia.




"Primaniyarta Award adalah suatu bentuk kepercayaan dan apresiasi pemerintah Indonesia, masyarakat umum dan para pemangku kepentingan kami lainnya yang kami terima dengan penuh rasa suka cita dan sebagai suatu kehormatan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit yang bertanggung jawab dan lestari." -Gandi Sulistiyanto, Managing Director PT SMART Tbk.




"Membaiknya kinerja ekspor nonmigas ditunjang oleh semakin terdiversifikasinya produk ekspor yang ditunjukkan oleh menurunnya pangsa 10 produk utama, digantikan oleh produkproduk lainnya. Kecuali kopi, seluruh komoditas ekspor utama lainnya menunjukkan pertumbuhan yang kuat baik yang berbasiskan pertanian, pertambangan, maupun manufaktur." -Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu.




“Kami sangat bangga mendapatkan pengakuan dari Kementerian Perdagangan atas kinerja ekspor kami. Semoga kami dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja ekspor kami dimasa-masa yang akan datang." - Masahiro Nonami, Presiden Direktur TMMIN, salah satu peraih Primaniyarta Award 2010 kategori Ekspotrir Berkinerja.




"Dengan keterbatasan modal dan tenaga kerja hanya delapan orang, kemampuan kami melakukan produksi hanya 5.000 packs per bulan. Sementara permintaan dari Uni Emirat Arab mencapai 40.000 packs atau satu kontainer di tahap pertama. Itu berarti 8 kali lipat kemampuan produksi kami. Bahkan bulan berikutnya minta pengiriman 2-3 kontainer tiap bulan." -Baharudin HS, Pemilik sentra produksi Kerupuk Ikan Patin Kampar, Riau.




"Kami senang mendapatkan UKM Award 2010, semoga ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, dan kepercayaan pembeli dari berbagai daerah. Hanya saja untuk permintaan dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi dan lainnya belum dapat kami penuhi, karena mereka minta yang kemasan plastik agar lebih awet. Itu masih diluar kemampuan kami." -Hj. erlismiati, S.Pd; pemilik LA-Rest, kombinasi sambal balado kentang untuk keripik ikan teri dan ikan bilis.




"Buyer dari dalam negeri maupun luar negeri cukup tertarik dan selama pameran mulai mencoba membeli sebagai sampel. Kami juga menndapatkan relasi-relasi baru dari berbagai negara potensial. Selama ini produk kami terutama yang untuk suplement diet bagi penderita kanker, memiliki pembeli beragam, biasanya yang dari luar negeri melakukan pembelian personal dan jadi pelanggan. Kami juga sedang mencoba memasarkan secara online melalui plasa.com." -Rostia, Typhonium Plus.




"Trade Expo ini sangat penting untuk kami pelaku UKM, kalau biasanya pembeli produk sandal kami adalah dari dalam negeri saja, ataupun kalau dari luar negeri biasanya adalah para TKI, tapi di Trade Expo ini yang membeli langsung para misi dagang negara-negara sahabat. Banyak yang membeli sebagai oleh-oleh ataupun sebagai sampel. Hanya saja untuk masuk pasar luar negeri dalam skala besar, kami sedang pelajari regulasi negara tujuan, forwarding, dan uji ketahanan sandal jika berada sekitar 1 bulan didalam kontainer yang bersuhu tinggi. Kapasitas produksi saat ini 7.000 pasang perhari dengan 150 karyawan." -Purnomo Probo Nugroho, Pemilik sentra produksi sandal unik merek Dhiif's. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar