|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

FE Universitas Pancasila Hidupkan Kembali Inkubator Wirausaha

Senin, 11 April 2011 - 12:32:19 WIB                                               Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 9.346 kali






GENERASIINDONESIA - Kelompok Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila menyelenggarakan Seminar & Talkshow bertajuk "Open your Mind For Your Right Choice to be Employee or Entrepreneur" dengan menghadirkan pembicara antara lain pengamat ekonomi Prof. Marsudi W. Kisworo, Drs. Asril Yadir dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Khoirussalim Ikhs., Presiden Direktur Entrepreneur College, Dr. Jan Hoesada-seorang praktisi ekonomi yang concern terhadap UKM, Rachmat Junaidi-Direktur PT bakrie Telecom serta  salah satu alumni FE UP, Ifkar Delfando.

Acara dengan tema besar “KSM Exhibition” ini menjadi ajang membuka wawasan dalam menghadapi persaingan global melalui peningkatan SDM. Bertempat di Aula lantai 4 Fakultas Ekonomi, seminar dan pameran produk karya UKM ini dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi lain seperti STIE , Perbanas, Universitas Pelita Harapan serta Universitas Indonesia. Acara berlangsung selama 3 hari dengan rangkain kegiatan hari pertama adalah sesi seminar dan talkshow, hari kedua (12/4) pameran produk UKM dan hari ketiga (13/4) kunjungan industri ke Pabrik Sosro dan @America.

Khoirussalim sebagai seorang entrepreneur dan juga motivator membuat suasana ruangan 'gaduh' ketika ia mengungkapkan data-data berupa angka ketidaksiapan lulusan lembaga pendidikan menjadi pengusaha. Menurutnya, semua itu terjadi akibat kesalahan sistem pendidikan nasional (sisdiknas) yang dari pendidikan dasar hingga peguruan tinggi hanya menyiapkan anak didik bermental pekerja.

"Sistem pendidikan nasional hanya menyiapkan lulusan yang siap bekerja, menjadi karyawan, bukan menjadi seorang entrepreneur." Ujar Khoirussalim.

Lebih jauh ia mengungkapkan, dunia usaha di Indonesia justru di dominasi oleh orang-orang berpendidikan terbatas.

Data menunjukkan bahwa angka pelaku usaha dari kalangan berpendidikan tinggi masih sangat rendah. Alumni Diploma (D3) mislanya, 88,9 persen menjadi karyawan, sementara Sarjana  (S1) sebanyak 83,1 persen juga menjadi karyawan dan hanya 5 persen terjun ke dunia usaha, sisanya menganggur. Angka tersebut sangta ironis dengan kenyataan bahwa pelaku usaha justru bayka dari kalangan berpendidikan hanya SLTP dengan prosentase mencapai 21 persen.


Dibutuhkan Peran Perguruan Tinggi

Senada dengan keprihatinan yang diaungkapkan Khoirussalim diatas, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Dr. Tri Widyastuti, Se, MM, Ak., juga mengungkapkan hal sama. Karena itu, dibutuhkan peran lebih besar dari perguruan tinggi sebagai lembaga akademis dalam membina  UKM. Universitas Pancasila misalnya, dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya melalui pembinaan terhadap UKM di lingkungan kampus yang kini makin intensif bekerjasama degan Pemda Depok sejalan dengan program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat melalui kegiatan usaha.

Pembinaan yang dilakukan oleh FE UP tak hanya kepada masyarakat sekitar yang menjadi pelaku UKM saja, namun juga kepada para mahasiswa yang tertarik menjadi wirausahawan. Salah satu program dalam menjaring mahasiswa menjadi entrepreneur adalah system kompetisi dalam mendapatkan dana bergulir dengan pengajuan proposal usaha. Bank Mandiri telah menjadi mitra dengan memberikan dana bergulir sejak awal tahun 2011 ini.

Panitia kegiatan KSM Exhibition, Retno Ayu Wiranti mengungkapkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan menjadi bagian dari mapping minat mahasiswa apakah akan ke dunia kerja atau menjadi wirausahawan. Bagi yang ingin mnejadi wirausahawan, mereka akan difasilitasi dengan menghidupkan kembali incubator bisnis yang sempat vacuum. (mp)universitaspancasila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar