A+

6/recent/ticker-posts

Dengan Semangat Kartini, Ikatan Pimti Perempuan Indonesia Dorong ASN Perempuan Menuju Kemandirian



A+ | Keterwakilan perempuan dalam segala bidang berkontribusi penting pada pemerataan pembangunan sebagaimana tercantum dalam Strategic Development Goals (SDGs). Melibatkan perempuan dalam setiap bidang tidak hanya berdampak pada kesetaraan perempuan saja, tapi pada keberlanjutan pembangunan itu sendiri.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati hari Kartini, Ikatan Pimti (Pimpinan tinggi) Perempuan Indonesia menyelenggarakan Webinar “Perempuan Tangguh, Mewujudkan Indonesia Maju” pada Jumat 21 April 2022. Webinar mengulas pentingnya keterlibatan perempuan dalam tiga bidang yaitu pendidikan, industri pariwisata dan pemerintahan.

"Kita tidak boleh menutup mata bahwa keadilan gender dan inklusivitas masih belum dirasakan optimal. Ini hasil kajian Prospera tentang Kesling tahun 2019, beban ganda marjinalisasi dan kekerasan berbasis gender masih dirasakan baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan karir perempuan dalam organisasi," ungkap Sri Hadiati Wara Kustriani, S.H., MBA., Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara Presidium Ikatan Pimti Perempuan Indonesia. 

Dikatakan Sri Hadiati Wara Kustriani, semangat Kartini jadi pendorong bagi ikatan perempuan Pimti Indonesia melaksanakan webinar dengan tujuan untuk terus memotivasi para perempuan Indonesia melangkah maju dan meraih harapan serta cita-citanya menjadi perempuan mandiri, yaitu perempuan berdaya saing yang menjadi mitra bagi para laki-laki dalam mengisi kehidupan keluarga, berbangsa dan bernegara dengan semakin majunya kehidupan perempuan Indonesia. 

Dijelaskan oleh Sri Hadiati Wara Kustriani dalam kesempatan menyampaikan laporan kegiatan, bahwa ikatan Pimti perempuan Indonesia dibentuk dengan tujuan untuk mengakselerasi perwujudan perempuan yang berdaya guna mendukung tujuan pembangunan nasional.

"Dimana salah satu misinya adalah meningkatkan kapabilitas perempuan Indonesia khususnya ASN perempuan dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman, mewujudkan perempuan-perempuan Indonesia untuk bisa menjadi tiang negara, menjadi Ibu bangsa sekaligus menjadi sumber kehidupan keluarga," terangnya.

Diungkapkan Sri, berbagai kiprah  Ikatan Pimti Perempuan Indonesia sudah dirasakan manfaatnya khususnya bagi para ASN perempuan melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, beasiswa dan sebagainya.

"Kita semua perempuan Indonesia sudah merasakan bagaimana kita diberikan keleluasaan untuk belajar bahkan sampai ke luar negeri, berbagai peluang sudah bisa diraih," sambung Sri Hadiati Wara Kustriani yang juga mengakui berbagai capaian program pemberdayaan perempuan di lingkup nasional bahkan internasional melalui program-program SDGs sudah banyak dilakukan oleh pemerintah beserta stakeholder dalam rangka menuju kesetaraan gender di Indonesia.


Webinar peringatan Hari Kartini tahun 2022 oleh Ikatan Pimti Perempuan Indonesia dengan tema "Perempuan Tangguh Mewujudkan Indonesia Maju" menghadirkan pembicara Bintang Puspayoga selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Rriset dan Teknologi, Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,  dan  Nawal Nely selaku Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Webinar dipandu oleh Prof. Eni Listiani Dewi, perempuan asal magelang yang menjadi Peneliti Ahli Utama dan Profesor Riset di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Ia juga pemegang  hak paten  bioreaktor hidrogen dan 2 hak merek, serta telah menerbitkan buku dan 200 judul makalah nasional maupun internasional.

Kehadiran para menteri dalam peringatan Hari Kartini  meyakinkan Sri Hadiati Wara Kustriani bahwa mereka adalah pendukung perempuan untuk maju di kancah nasional bahkan global.

"Kami menghaturkan apresiasi dan kebanggaan kami atas kehadiran ibu bapak menteri pada webinar Pimti," pungkas Sri Hadiati Wara Kustriani.


Diperlukan Kolaborasi Agar Permasalahan Perempuan Teratasi

Sementara itu Sri Puguh Budi Utami yang pada 2018 silam juga mengukir sejarah menjadi perempuan pertama menjadi Dirjen Pemasyarakat Kemenkumham mengajak perempuan untuk para perempuan menjadi manusia sepenuhnya.

Melalui untaian pantun ia ungkapkan bahwa untuk mengatasi permasalahn perempuan harus berkolaborasi, tak bisa sendiri-sendiri mengedepankan ego sektoral.

Sri Puguh Budi Utami, Pimti ASN di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM yang juga menjabat Presidium Ikatan Pimti Perempuan Indonesia menyampaikan amanat sebagai penutup webinar, dalam untaian pantun berikut:

“Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya,
tanpa berhenti menjadi Wanita sepenuhnya”
Pesan Ibu Kartini kepada kita semua,
“Wanita dapat menjadi manusia seutuhnya dengan jati dirinya”.

Stereotype hanya tentang “dapur, sumur, dan kasur” tataran teras yang teratur,
mestinya kini tak relevan lagi untuk dijadikan tolok ukur.
Saat perempuan mampu membangun kebijakan yang terstruktur,
untuk mewujudkan Indonesia Makmur.

Kini peluang terbuka bagi perempuan Indonesia,
Mau jadi abdi negara atau menjadi pengusaha.
Pun juga bisa sibuk menenun dipelosok desa,
Atau berjejal di KRL Ibu kota.

Indonesia Emas perlu manusia berkualitas,
agar dapat bekerja secara cerdas dan tuntas.
Untuk itu perempuan harus meningkatkan kapasitas,
agar dapat berperan secara jelas dan lugas.

Potret Perempuan masa kini menjadi acuan,
dalam tindaklanjut pemberdayaan.
Melalui agenda yang berkelanjutan,
kita harapkan perbaikan signifikan dimasa depan.

Pemerintah telah bekerja keras,
untuk pemberdayaan yg berkualitas.
Perlu upaya dan sinergitas,
agar permasalahan segera tuntas.

Tak bisa kerja sendiri-sendiri,
apabila ingin akselerasi.
Diperlukan kolaborasi,
agar masalah perempuan bisa diatasi.

Pariwisata dan ekonomi kreatif,
bentangan jalan yang solutif.
Menggali potensi secara selektif,
melalui pendidikan inklusif.

Merdeka belajar adalah jalan keluar,
atasi permasalahan yang mengakar.
Mewujudkannya perlu upaya yang gencar,
dengan konsep yang telah dipapar

Kepemimpinan perempuan adalah keniscayaan,
guna mendukung suksesnya pembangunan.
Jika setiap sektor ada pelibatan peran,
Maka tidak akan terjadi kesenjangan.

Bukan hanya tentang terbitlah terang,
tapi bagaimana menjadi benderang.
Bukan tentang simpulan yang matang,
untuk menjadi sukses harus diperjuangkan.

Tidak sekedar kuota yang diperlukan,
Namun kesetaraan yang memberdayakan.
Karena itu menjadi harapan perempuan,
agar bisa saling membahagiakan.

Sebuah bangsa bisa terhapus,
Saat perempuan tak ingin lagi melahirkan.
Perlu upaya yang tulus dan fokus,
Agar bangsa Indonesia eksis sepanjang zaman.

Terima kasih Bapak dan Ibu menteri,
telah berkenan hadir memberi dukungan kepada Ikatan PIMTI.
Akan menjadi sangat berarti,
Apabila dukungan ini berlangsung sampai nanti.

Ayo perumpuan muda tunjukan jati dirimu,
Optimalkan seluruh potensimu.
Karena kebahagiaan adalah milikmu,
Maka perjuangkan dengan sepenuh hatimu.





Posting Komentar

0 Komentar