|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Dapatkan Pendidikan Karakter dengan Berorganisasi



Selasa, 03 Mei 2011 - 15:42:32 WIB                                                                                Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 6.890 kali

Dyah Anita Prihapsari Bersama Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno

GENERASIINDONESIA - Dibalik hiruk pikuk tudingan masyarakat bahwa kegagalan dunia pendidikan yang tak meluluskan insan berkarakter, akibat dunia pendidikan sudah menjadi industri. Ir. Dyah Anita Prihapsari, MSc, pemilik dan pengelola Universitas Pendidikan Indonesia-Yayasan Administrasi Indonesia (UPI-YAI) tak menampik anggapan itu. Hanya saja, sebagai pengelola kampus ia memberikan sejumlah catatan.

“Ketika masuk ke bisnis di dunia pendidikan, terutama yang non pemerintah, pasti yang diharapkan adalah profit, bagi saya itu betul. Industri itu kegiatan usaha yang menghasilkan jasa atau barang, dan diujung sana pasti ada yang namanya profit.” Ujar istri Yudi Yulius yang juga Rektor UPI-YAI.

Tapi tentu saja tidak berhenti sampai disitu, lanjutnya, “Penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan tentang manfaat apa yang bisa diberikan kepada masyarakat, kepada anak didik. Apakah hanya menghasilkan lulusan berijasah saja? Harusnya tentu saja menghasilkan lulusan yang punya ketrampilan sesuai jurusan yang ia pilih sehingga menjadi sosok yang kompeten, dan juga manusia yang seutuhnya sesuai cita-cita pendidikan nasional kita yang ber-Pancasila, menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya dan berkarakter.

Soal pendidikan karakter, juga menjadi perhatiannya. Karena didalam penyelenggaraan pendidikan yang memang selama ini lebih fokus kepada akademis untuk membentuk pola pikir, mesti dibarengi dengan pendidikan ketrampilan sebagai bekal terjun di masyarakat.

Dalam pendidikan karakter, ia berpandangan hal tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak, tak serta-merta dilimpahkan kepada sekolah atau kampus, karena pendidikan karakter justru sangat penting diberikan sedini mungkin, dari keluarga, dan lembaga pendidikan membantu mengembangkannya.

“Membentuk karakter manusia itu tidak bisa serta-merta diserahkan kepada sekolah atau kampus saja. Karena lembaga pendidikan lebih berfungsi menjembatani bagaimana agar karakter terbentuk dan menjadikan seorang siswa atau mahasiswa dapat mengaktualisasikan diri misalnya dimulai dari memberikan ruang seluas-luasnya untuk aktif berorganisasi. Ini sangat penting. Sampai-sampai banyak perusahaan yang dalam menerima karyawan, pertama kali yang dilihat bukan nilai akademis, tapi aktifitasnya dalam organisasi. Karena itu bagi pelajar dan mahasiswa saya sarankan untuk aktif berorganisasi, karena disitu juga akan didapatkan pendidikan karakter.” jelas Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) ini.

Di kampus yang dikelolanya, UPI-YAI, mahasiswa selain diberikan bekal keterampilan sesuai jurusan dan bidang minat melalui berbagai pelatihan keterampilan, seminar dan workshop, juga disediakan bursa kerja online sepanjang tahun. Bursa kerja online ini merupakan kerjasama kampus dengan berbagai perusahaan nasional maupun multinasional, dan kini sedang dalam tahap menuju kerjasama lebih intens dengan Kadin Jaya dan Pemda DKI Jakarta. Nyambung ke:  www.gi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar