|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Jangan melawan alam, ikuti kaidahnya

- Pagelaran Duo Opera Wayang Klasik Jazz Rock Buka Institut Ilmu Lingkungan -

"Indonesia mempunyai lingkungan yang unik, tidak ada Negara lain seunik Indonesia, posisinya strategis diantara benua Asia dan Australia, berada di bentang vulkanik dengan kekayaan dan keanekaragaman flora, fauna serta sumber daya alam.  Hanya saja terjadinya degradasi lingkungan,  selain kadang kita tidak sadar lingkungan, juga tidak dikuasainya kaidah-kaidah lingkungan. Kita jangan melawan alam, tapi ikuti kaidahnya.” –Dr. Ir. Muhammad Hasroel Thayib, APU, ketua dewan pakar Perwaku (Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan).

Mendirikan Institut Ilmu Lingkungan adalah salah satu cara bagaimana menghargai dan mempelajari lingkungan Indonesia yang kaya sumber daya. Dan salah satu kekayaan atau sumberdaya lingkungan itu adalah budaya.  Karena itulah dalam rangka membuka Institut Ilmu Lingkungan ini dilakukan dengan menggelar 2 opera yang diselenggarakan Jum’at (29/10) malam.

Pagelaran 2 Opera, yaitu Jazz-Wayang Opera Mahabarata  bertajuk 'Perang Bharatayudha' dan Klasik-Jazz-Rock Opera Rama dan Shinta versi Minang, bertajuk 'Cinto Nan Sabananyo', ini merupakan kerjasama antara Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  dengan Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU). Diantara pendukung opera adalah Sherina, Yuni Shara, Iga Mawarni, Rieke Roeslan, Andien, Nina Tamam, Emil Dardak, Andi Rif, Vicky Burki, Inggrid Widjanarko dan Sutradara Andries Feisal.

“Banyak sekali di lingkungan budaya kita, sound Indonesia yang belum terekspos, tapi begitu kita eksplorasi, kita tidak kekurangan ritmik. Saya sampai berpikir bahwa selama 40 tahun ini ngapain saja?” Tutur Rieke Roeslan, salah satu anggota ‘Lima Wanita’ ini. Ia menambahkan, bahwa pagelaran opera mini tersebut merupakan simbol tentang betapa kaya budaya Indonesia yang sangat lentur untuk berkolaborasi dengan instrumen budaya lain, sehingga melahirkan karya seni yang indah serta sarat nilai tradisi yang pesannya harus sampai kepada generasi muda. Sebab itulah opera tersebut juga akan disajikan secara berbeda dengan menggabungkan unsur musik progresif dan kontemporer.

Acara pagelaran 2 opera ini, merupakan salah satu upaya pengumpulan dana dalam rangka mendirikan cikal bakal Institut Ilmu Lingkungan yang akan menjadi sekolah budaya dan lingkungan hasil kerjasama TMII dan PERWAKU. Di dalamnya akan berintegrasi berbagai hal dari dua disiplin ilmu, yaitu budaya dan lingkungan yang kedepan akan menghadirkan berbagai bentuk pelatihan, seperti konservasi lingkungan, konservasi budaya, serta pelestarian berbasis masyarakat dalam beberapa jenjang, dimana setiap elemen masyarakat dapat bergabung di sini.

“Taman Mini menyambut baik inisiatif Perwaku mendirikan Institute Ilmu Lingkungan karena sejalan dengan taman Mini sebagai  fasilitas rekreasi yang juga wahana konservasi alam dengan menghadirkan secara lengkap kekayaan bentang darat, kekayaan alam, aneka warna seni dan budaya daerah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai bentuk seni dan budaya yang menunjukkan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an Indonesia. Kami juga diakui Unesco sebagai wahana rekreasi konservasi dengan memiliki 11 unit taman seperti Taman Burung, Taman Akuarium Air Tawar, Taman Bunga Keong Emas, Komodo dan penyu raksasa purba.” Tutur Mas’ud Thoyib, Manager Marketing dan Seni BudayaTaman Mini Indonesia Indah, TMII. [mahar]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar